Skip to content

Sabda Bina Umat 1 Mei 2022

Renungan Pagi

GB. 236 : 1,2 – Berdoa

CINTA KUAT BAGAIKAN MAUT

Kidung Agung 8 : 5 – 7

Taruhlah aku seperti meterai pada hatimu, seperti meterai pada lenganmu, karena cinta kuat seperti maut, kegairahan gigih seperti dunia orang mati, nyalanya adalah nyala api, seperti nyala api TUHAN! (ay. 6) 

 

Kekuatan cinta kasih yang dahsyat pernah dilukiskan dalam kisah Siti Nurbaya atau Romeo dan Juliet. Namun demikian, kita perlu sadar, bahwa di dalam diri manusia ada hal-hal negatif yang merusak, seperti iri, benci, dengki, marah, kecewa dan sebagainya, akibat cinta kasih yang diabaikan atau dikecewakan. Selanjutnya dari haI-hal negatif akibat cinta kasih yang dikecewakan itu muncul tindakan merusak yang selalu merugikan sesama, mengacau balaukan tatanan yang ada, menghancurkan berbagai sarana atau pun fasilitas, dan seterusnya.

Kidung Agung 8:5-7 menitik-beratkan suatu kekuatan yang sangat besar dalam alam semesta ini bagaikan kekuatan maut (ay. 6b). Kitab Kidung Agung hendaknya kita pahami secara kiasan. Orang-orang Yahudi memahami Kidung Agung sebagai kiasan untuk hubungan antara Allah dan bangsa pilihan-Nya. Ada dialog antara putri-putri Yerusalem dengan pengantin laki-laki. Pengantin perempuan datang untuk menemui kekasihnya (ay. 5). Kekuatan cinta pengantin perempuan dan pengantin laki-laki bagaikan kekuatan maut, bahkan gairah/kehangatan cinta kasih itu bagaikan api Tuhan (ay. 6). Nyanyian pengantin perempuan menyatakan, bahwa ia lebih memilih kekasihnya dibandingkan dengan segala harta milik Raja Salomo (ay. 7).

Cinta kasih adalah ungkapan yang paling dalam, akrab dan dekat dari kepribadian seseorang dalam relasi. Cinta kasih adalah kekuatan dari dalam yang mendorong seseorang melakukan suatu tindakan yang mendatangkan kegembiraan. Mencintai kehidupan dan masa depan yang lebih baik bukankah berarti melaksanakan pekerjaan dengan cerdas serta meningkatkan mutu pendidikan lebih humanis juga ekologis? Oleh karena cinta kasih Yesus Kristus kepada para pengikut-Nya (gereja), maka la ingin menunjukkan diri-Nya yang penuh cinta kasih itu kepada para pengikut-Nya. Maksudnya, agar cinta kasih-Nya dijadikan kekuatan utama dan mendasar bagi persekutuan maupun (dalam) membangun kehidupan.

GB. 236 : 3,4

Doa : (Tuhan Yesus, berikanlah kami kekuatan untuk menghadapi dan menanggung beban hidup)


Renungan Malam

KJ. 184 : 1,2 – Berdoa

DIKASIHI ALLAH (YESUS)

Kidung Agung 8 : 8 – 14

Cepat, kekasihku, berlakulah seperti kijang, atau seperti anak rusa di atas gunung-gunung tanaman rempah-rempah. (ay. 14) 

 

Kitab Kidung Agung bukanlah kitab yang mengisahkan tentang perbuatan-perbuatan Allah yang ajaib kepada bangsa Israel. Namun demikian, bagi orang Kristen (gereja) saat ini, kitab Kidung Agung yang merupakan bagian dari Kitab Perjanjian Lama dimengerti sebagai kitab yang menggambarkan atau kiasan tentang hubungan antara Tuhan Yesus dengan para pengikut-Nya (gereja-Nya).

Salah satu kisah dalam Kitab Perjanjian Baru, dikisahkan tentang Simon Petrus, seseorang yang gampang naik pitam, emosinya mudah dipicu oleh keadaan. Di akhir kehidupan Tuhan Yesus, Petrus menyangkal-Nya sampai tiga kali. Walau demikian, Tuhan Yesus tetap mengasihi Petrus dan memberinya kuasa untuk memimpin gereja perdana. Kemudian Saulus, seseorang yang menimbulkan bencana bagi gereja di Yerusalem. la tidak senang kalau pengikut Kristus terus bertambah dan ia suka menganiaya mereka. Walau demikian, Tuhan Yesus tetap mengasihi Saulus, menampakkan diri kepadanya dan memanggilnya untuk bertobat. Saulus pun bertobat (menjadi Paulus) dan menjadi pemberita lnjil yang berhasil bagi orang-orang non-Yahudi. Semua yang terjadi pada Petrus dan Paulus didasarkan karena cinta-kasih Allah kepada mereka.

Dari kedua contoh tokoh Perjanjian Baru di atas, nampak jelas bagi kita bentuk hubungan cinta kasih Allah dalam diri Yesus Kristus dengan para pengikut-Nya sebagaimana yang tersirat dalam kitab Kidung Agung. Perbuatan buruk apapun yang telah dilakukan seseorang sebagai wujud keburukan sifat dalam dirinya, Allah tetap mengasihinya. Karena kasih-Nya, Ia sampai mati di atas kayu salib bagi kita, musuh kita, sahabat bahkan anggota keluarga yang telah meninggalkan dan mengecewakan kita. Ia pun telah bangkit dari kematian hanya untuk menjamin pembenaran yang diberikan-Nya kepada kita. Semoga kita juga total (lebih sungguh-sungguh) mengasihi-Nya (ay.14)

KJ. 184 : 3,4

Doa : (Tuhan Yesus berikan kepada kami kekuatan untuk tetap mengasihi-Mu dalam segala waktu dan keadaan hidup kami)

 

1 thought on “Sabda Bina Umat 1 Mei 2022”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *