Skip to content

Sabda Bina Umat 15 Mei 2022

KESETIAAN, KETAATAN, DAN KETULUSAN DALAM PELAYANAN

(1 Tawarikh 6: 31 38)

“…Mereka melakukan tugas jabatannya sesuai dengan peraturannya.” ( ay.32 )

 

Raja Daud memilih orang-orang sebagai pemimpin nyanyian di Kemah Suci sejak tabut mendapat perhentian. Tabut yang dimaksud di sini adalah Tabut Perjanjian / Tabut Allah. Tabut ini dibuat di Sinai pada zaman Musa dan sejak itu tabut tersebut punya makna penting dalam sejarah iman bangsa Israel.

Tabut Allah merupakan simbol kehadiran Allah yang menyertai bangsa Israel. Ia juga disebut sebagai tabut perjanjian, yang menjadi simbol perjanjian antara Allah dan bangsa Israel. Karena begitu pentingnya makna tabut itu, proses pemindahannya dari rumah ObedEdom ke Kemah Suci di Yerusalem dilakukan dengan perayaan yang luar biasa dan dipenuhi dengan nyanyian sukacita (lih. 2 Sam 6:1223; 1 Taw 1516:6). Inilah juga yang menjadi dasar Raja Daud memilih orangorang khusus untuk menjadi pemimpin nyanyian di Kemah Suci karena akhirnya tabut Allah itu mendapat perhentian di Yerusalem. Ini menunjukkan betapa pentingnya tugas para penyanyi itu: bahwa mereka bukan sekadar menyanyi biasa, tetapi mereka menyanyi bagi Allah yang hadir di tengahtengah kehidupan umat.

Para Penyanyi bernyanyi untuk Allah; sekaligus menunjukkan adanya ketaatan dan ketulusan dalam pelayanan itu. Mereka bernyanyi bukan untuk diri sendiri atau untuk popularitas apalagi kekayaan, tapi sematamata untuk Tuhan Allah.

Dari sini kita belajar bahwa dalam pelayanan apapun itu, semestinya dilakukan dengan kesetiaan, ketaatan, dan ketulusan; segala bentuk pelayanan itu semata- mata dilakukan untuk Tuhan. Tuhan memberkati pelayanan bapak ibu saudara-saudari sekalian; lakukanlah itu dengan kesetiaan, ketaatan dan ketulusan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *