Skip to content

Sabda Bina Umat 29 Mei 2022

MULIAKAN TUHAN KARENA KASIH-NYA

Ester 9 : 20 – 25

karena pada hari-hari itulah orang Yahudi mendapat keamanan terhadap musuhnya dan dalam bulan itulah dukacita mereka berubah menjadi sukacita dan hari perkabungan menjadi hari gembira (ay.22)

 

Perayaan adalah sebuah peringatan atau pesta untuk mengingat atau mengenang sebuah peristiwa yang terjadi di masa lampau yang terkait dengan kehidupan kita. Misalnya orang Kristen merayakan peristiwa-peristiwa Yesus. Antara lain: peristiwa kelahiran Yesus Kristus yang kita sebut sebagai Natal Kristus. Kita merayakan Natal Kristus, karena percaya kelahiran-Nya ke dunia ini menghadirkan damai sejahtera Allah bagi seluruh ciptaan. Untuk ini biasanya Majelis Sinode GPIB menyampaikan pesan Natal kepada seluruh jemaat yang tersebar di wilayah Indonesia di mana jemaat-jemaat GPIB itu berada. Atau sebagai bangsa Indonesia, pada setiap tanggal 17 Agustus, kita rayakan sebagai hari proklamasi kemerdekaan Indonesia, karena saat itulah diumumkan ke seluruh penjuru bumi, bahwa bangsa Indonesia kini merdeka dan bebas dari penjajahan.

Nas Alkitab ini memiliki suasana yang mirip-mirip, ketika Mordekhai meminta orang-orang Yahudi yang berada di seluruh daerah kerajaan Ahasyweros, agar setiap tahun, tepatnya di hari ke empat belas dan lima belas pada bulan Adar, mengadakan perayaan. Perayaan itu berkenaan dengan keadaan dukacita yang mereka alami, tetapi berubah menjadi sukacita, situasi perkabungan yang mereka alami berubah menjadi hari kegembiraan. Situasi dukacita dan perkabungan yang meliputi kehidupan orang-orang Yahudi di waktu dulu itu berkenan dengan ancaman Haman untuk menghabisi bangsa Yahudi, tetapi tiba-tiba situasi itu berbalik menimpa Haman dan bangsanya setelah Mordekhai diangkat oleh raja Ahasyweros sebagai orang kepercayaannya. Karena itu adalah keharusan bagi orang-orang Yahudi untuk merayakannya.

Sebagai orang yang percaya kepada Yesus Kristus diyakini, bahwa berbagai situasi pernah kita alami di masa lampau. Namun demikian, kasih sayang Tuhan Yesus Kristus melindungi kita sampai saat ini. Karena itu adalah patut bagi kita untuk mengucap syukur. Ucapan syukur (dalam bentuk yang bermacam-macam) menegaskan, bahwa hidup kita ini bergantung sepenuhnya pada kasih setia Tuhan Yesus Kristus, bukan karena kemampuan dan kekuatan diri sendiri. Marilah terus memuliakan Tuhan Yesus atas kemungkinan kita hidup sampai saat ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *